LAPORAN
PRAKTIKUM
PRAKTIKUM DASAR ELEKTRONIKA
MODUL
: 6
HALF WAVE RECTIFIER
NAMA : TATANG
DWI ATMOKO, ZAKI BIN SECH ALAYDRUS A.R
NIM :
1147070076, 1147070085
KELAS :
B2
KELOMPOK :
5
HARI, TANGGAL :
SELASA, 19 OKTOBER 2015
WAKTU :
08.40-10.20
DOSEN/ASISTEN :
SLAMET INDRIYANTO, ST.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
Modul 6
HALF WAVE RECTIFIER
Tatang Dwi Atmoko (1147070076), Zaki Bin Sech Alaydrus A.R (1147070085) / Kelompok 05 / Selasa, 19 Oktober 2015
Dosen/Asisten : Slamet Indriyanto, ST.
Abstract
Praktikum
modul 6 yaitu tentang Hallf Wave Rectifier Merupakan penyearah setengah
gelombang. Langkah pertama sebelum melakukan percobaan yaitu mempersiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan diantaranya transformator, dioda, resistor,
kapasitor dsb. Setelah alat dan bahan siap, percobaan pun siap dilakukan. Masuk
ke sesi percobaan. Setelah rangkaian tersusun seperti pada gambar di modul.
Aktifkan rangkaian kemudian hitung Vin dan Vout dengan menggunakan osiloskop
dan gambarkan bentuk gelombangnya. Percobaan kedua tambahkan kapasitor pada
rangkaian tadi seperti pada gambar di modul kemudian ukur menggunakan osiloskop
dan hasilnya dicatat pada lembar data. Dilakukan 2x percobaan pada ranngkaian
yang menggunakan kapasitor, percobaan pertama menggunakan kapasitor 1µf dan
percobaan kedua menggunakan 10µf. Semua data dicatat pada lembar data.
Osiloskop, Kapasitor, Resistor
I.
Pendahuluan
Tujuan:
1.
Mengetahui bagaimana cara merubah
tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC), bagaimana bentuk dari
penyearah setengah gelombang.
Latar Belakang
Tegangan dalam kelistrikan terbagi menjadi 2, yaitu:
tegangan bolak balik (AC) dan tegangan searah (DC). Tegangan bolak balik dapat
diubah menjadi tegangan searah dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan
menggunakan Transformator. Tujuan praktikum kali ini yaitu mengetahui bagaimana
cara mengubah tegangan bolak balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Dan
mengetahui bagaimana bentuk gelombang dari penyearah setengah gelombang. Sesuai
dengan judul modul ini Half Wave Rectifier adalah penyearah setengah gelombang.
II. Teori Dasar
Transformator atau trafo adalah alat yang memindahkan
tenaga listrik antar dua rangkaian listrik atau lebih melalui induksi
elektromagnetik. Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer
menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan
sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan gaya gerak listrik (ggl) dalam
lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan
dilimpahkan ke lilitan sekunder.
·
Step up
Transformator step-up
adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada
lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini
biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang
dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi
jarak jauh.
·
Step down
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder
lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun
tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor
AC-DC.
Diode adalah komponen aktif dua kutub yang pada
umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke
satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya
(kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam
bidang elektronika. Diode sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan
yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan
kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau
material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis diode juga
mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. Penyearah
arus dibuat dari diode, dimana diode digunakan untuk mengubah arus bolak-balik
(AC) menjadi arus searah (DC). Contoh yang paling banyak ditemui adalah pada
rangkaian adaptor. Pada adaptor, diode digunakan untuk menyearahkan arus
bolak-balik menjadi arus searah. Sedangkan contoh yang lain adalah alternator
otomotif, dimana diode mengubah AC menjadi DC dan memberikan performansi yang
lebih baik dari cincin komutator dari dinamo DC.
Condensator
elektrolit atau Elco adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub
kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif
dan yang pendek atau yang dekat tanda minus (-) adalah kaki negatif.
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang
berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan
dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar
elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron
membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan
bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk
sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk
gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop
dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa,
periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait. Semua alat
ukur elektronik bekerja berdasarkan sampel data, semakin tinggi sampel data,
semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Osiloskop, pada umumnya juga
mempunyai sampel data yang sangat tinggi, oleh karena itu osiloskop merupakan
alat ukur elektronik yang mahal.
Amplitudo
adalah pengukuran
skalar yang nonnegatif dari besar osilasi suatu gelombang.amplitudo juga
didefinisikan sebagai jarak terjauh dari garis kesetimbangan dalam gelombang
sinusoide. Amplitudo dinyatakan oleh jarak naik dan turunnya suatu getaran
(osilasi). Frekuensi adalah ukuran
jumlah putaran ulang per-peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan.
III. Metodologi
Alat dan Bahan:
1. Transformator 1 Buah
2. Dioda 2 Buah
3. LED 1 Buah
4. Resistor 10k ohm 1
Buah
5.
kapasitor
kapasitor
·
1µf 1 Buah
·
10µf 1 Buah
6. Project board 1 Buah
7. Kabel jumper 1 Buah
8. Osiloskop 1 Buah
9. Pencapit buaya secukupnya
10. Kabel
jumper secukupnya
Langkah pengujian:
Percobaan 1:
Susun rangkaian bagian (a) diatas project board.
Aktifkan rangkaian, lalu ukur dan gambarkan bentuk gelombang Vin (dengan
osiloskop, gunakan Ch coupling AC) dan Vout (gunakan Ch 2 coupling DC). Catat
hasil data dari osiloskop pada lembar data.
Percobaan 2:
Susun rangkaian bagian (b)
diatas project board. Rangkaian ini ditambah dengan elco 1µf . Aktifkan
rangkaian, lalu amati gelombang Vin dan Vout dan gambar bentuk gelombang Vout
nya. Catat hasil datanya pada lembar data.
Percobaan 3:
Susun rangkaian bagian (b)
diatas project board. Rangkaian ini ditambah dengan elco 10µf . Aktifkan
rangkaian, lalu amati gelombang Vin dan Vout dan gambar bentuk gelombang Vout
nya. Catat hasil datanya pada lembar data.
IV.
Hasil dan
Analisis
Percobaan:
Tanpa
Kapasitor
|
Vin
|
Vout
|
|||
|
Ampl.
[vpp]
|
Frek.
[hz]
|
Ampl.
[vp]
|
Frek.
[hz]
|
Ripple
[volt]
|
|
16
|
47
|
6
|
50
|
6x10-6
|
Dengan
Kapasitor

|
Degan C 1 µF
|
Dengan C 10µF
|
||
|
Ampl. [vp]
|
Ripple [volt]
|
Ampl. [vp]
|
Ripple [volt]
|
|
0,64
|
0,32
|
0,6
|
6x10-3
|
Analisis Percobaan :
Dari praktikum yang telah kita lakukan, pada
saat transpormator memberikan output
sisi positif dari gelombang ac maka diode dalam keadaan forward bias sehinga
sisi positif dari gelomban ac tersebut dilewatkandan pada saat transpormator memberikan
sinyal sisi negative gelomban ac maka diode dalam posisi reverse bias, sehingga
sinyal sisi negative tegangan ac tersebut ditahan atau tidak dilewatkan. Kemudian meneruskannya ke resistor.
Sebelum rangkaian diparalelkan dengan kapasitor, dapat
terlihat bahwa bentuk sinyal terlihat kasar, dalam arti masih terdapat gangguan
pada proses penyearahan gelombang.
Pada rangkaian kedua saat kapasitor (filtter) dipasangkan
pada rangkaian, kapasitor akan menyaring atau menghaluskan
keluaran yang masih kasar tersebut sehingga keluaran yang terbentuk
adalah keluaran yang berbentuk riplle yang halus.
Filter
digunakan untuk memperkecil tegangan ripple sehingga diperoleh tegangan
keluaran yang rata dan stabil. Hal
ini disebabkan kapasitor membuang lebih cepat dan interval waktu yang lebih pendek.
Dari hasil hitung tegangan ripple yang dilakukan,
menunjukkan bahwa nilai tegangan ripple berbanding terbalik dengan besar nilai
kapasitor, semakin besar nilai kapasitor yang digunakan, maka nilai tegangan
rippple yang terukur semakin kecil.
Faktor
ripple menunjukkan efektif tidaknya sebuah filter, didefinisikan sebagai
perbandingan tegangan ripple efektif (rms) terhadap tegangan DC. Semakin kecil
faktor ripple, semakin baik filter. Faktor ripple dapat diperkecil dengan
menambah nilai kapasitor.
V. Kesimpulan
·
Merubah tegangan AC menjadi
tegangan DC dapat dilakukan dengan menggunakan dioda, untuk menghasilkan
tegangan DC yang baik dan stabil dapat dilakukan dengan cara menambahkan
capasitor yang berfungsi sebagai filter.
Bentuk dari sinyal
setengah gelombang sebagi berikut;

Daftar Pustaka
Ari, adimas. 2002. Bengkel Elektronika. Aneka Solo: Solo.
Bishop, owe. 2004. Dasar-dasar listrik. Erlangga. Jakarta.
Sears, zemansky. 1992. Fisika
Untuk Universitas 2 Listrik Magnet. Bina Cipta: Bandung.
http://elka.brawijaya.ac.id/praktikum/rangkaian/paralel.php, diakses (25 Oktober 2015)
![]() |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar