Jumat, 18 Desember 2015


  LAPORAN PRAKTIKUM
PRAKTIKUM DASAR ELEKTRONIKA
MODUL : 6

HALF WAVE RECTIFIER

NAMA                             : TATANG DWI ATMOKO, ZAKI BIN SECH ALAYDRUS A.R
NIM                                   : 1147070076, 1147070085
KELAS                              : B2
KELOMPOK                    : 5
HARI, TANGGAL           : SELASA, 19 OKTOBER 2015
WAKTU                            : 08.40-10.20
DOSEN/ASISTEN           : SLAMET INDRIYANTO, ST.

Description: K:\LOGO UIN.jpg

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2015
Modul 6
HALF WAVE RECTIFIER
Tatang Dwi Atmoko (1147070076), Zaki Bin Sech Alaydrus A.R (1147070085) / Kelompok 05 / Selasa, 19 Oktober 2015            
Email : Tatang_dwiatmoko@rocketmail.com, Zakysechalaydrus369d@yahoo.co.id
Dosen/Asisten : Slamet Indriyanto, ST.


Abstract
Praktikum modul 6 yaitu tentang Hallf Wave Rectifier Merupakan penyearah setengah gelombang. Langkah pertama sebelum melakukan percobaan yaitu mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan diantaranya transformator, dioda, resistor, kapasitor dsb. Setelah alat dan bahan siap, percobaan pun siap dilakukan. Masuk ke sesi percobaan. Setelah rangkaian tersusun seperti pada gambar di modul. Aktifkan rangkaian kemudian hitung Vin dan Vout dengan menggunakan osiloskop dan gambarkan bentuk gelombangnya. Percobaan kedua tambahkan kapasitor pada rangkaian tadi seperti pada gambar di modul kemudian ukur menggunakan osiloskop dan hasilnya dicatat pada lembar data. Dilakukan 2x percobaan pada ranngkaian yang menggunakan kapasitor, percobaan pertama menggunakan kapasitor 1µf dan percobaan kedua menggunakan 10µf. Semua data dicatat pada lembar data.
Osiloskop, Kapasitor, Resistor

I.     Pendahuluan

Tujuan:
1.       Mengetahui bagaimana cara merubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC), bagaimana bentuk dari penyearah setengah gelombang.

Latar Belakang
Tegangan dalam kelistrikan terbagi menjadi 2, yaitu: tegangan bolak balik (AC) dan tegangan searah (DC). Tegangan bolak balik dapat diubah menjadi tegangan searah dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menggunakan Transformator. Tujuan praktikum kali ini yaitu mengetahui bagaimana cara mengubah tegangan bolak balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Dan mengetahui bagaimana bentuk gelombang dari penyearah setengah gelombang. Sesuai dengan judul modul ini Half Wave Rectifier adalah penyearah setengah gelombang.

II.     Teori Dasar

Transformator atau trafo adalah alat yang memindahkan tenaga listrik antar dua rangkaian listrik atau lebih melalui induksi elektromagnetik. Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan gaya gerak listrik (ggl) dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.
·         Step up
Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
·         Step down
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.
Diode adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Diode sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis diode juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. Penyearah arus dibuat dari diode, dimana diode digunakan untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Contoh yang paling banyak ditemui adalah pada rangkaian adaptor. Pada adaptor, diode digunakan untuk menyearahkan arus bolak-balik menjadi arus searah. Sedangkan contoh yang lain adalah alternator otomotif, dimana diode mengubah AC menjadi DC dan memberikan performansi yang lebih baik dari cincin komutator dari dinamo DC.
Condensator elektrolit atau Elco adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif dan yang pendek atau yang dekat tanda minus (-) adalah kaki negatif.
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait. Semua alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sampel data, semakin tinggi sampel data, semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Osiloskop, pada umumnya juga mempunyai sampel data yang sangat tinggi, oleh karena itu osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang mahal.
Amplitudo adalah pengukuran skalar yang nonnegatif dari besar osilasi suatu gelombang.amplitudo juga didefinisikan sebagai jarak terjauh dari garis kesetimbangan dalam gelombang sinusoide. Amplitudo dinyatakan oleh jarak naik dan turunnya suatu getaran (osilasi). Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per-peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan.

III.     Metodologi

Alat dan Bahan:
1.       Transformator                     1 Buah
2.       Dioda                                     2 Buah
3.       LED                                        1 Buah
4.       Resistor 10k ohm                                1 Buah
5.       Description: C:\Users\Zaki\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\20151020_112313_000.jpgkapasitor
·         1µf                         1 Buah
·         10µf                       1 Buah
6.       Project board                        1 Buah
7.       Kabel jumper                       1 Buah
8.       Osiloskop                              1 Buah
9.       Pencapit buaya                    secukupnya
10.    Kabel jumper                       secukupnya

Langkah pengujian:
Percobaan 1:
                Susun rangkaian bagian (a) diatas project board. Aktifkan rangkaian, lalu ukur dan gambarkan bentuk gelombang Vin (dengan osiloskop, gunakan Ch coupling AC) dan Vout (gunakan Ch 2 coupling DC). Catat hasil data dari osiloskop pada lembar data.
Percobaan 2:
Susun rangkaian bagian (b) diatas project board. Rangkaian ini ditambah dengan elco 1µf . Aktifkan rangkaian, lalu amati gelombang Vin dan Vout dan gambar bentuk gelombang Vout nya. Catat hasil datanya pada lembar data.
Percobaan 3:
Susun rangkaian bagian (b) diatas project board. Rangkaian ini ditambah dengan elco 10µf . Aktifkan rangkaian, lalu amati gelombang Vin dan Vout dan gambar bentuk gelombang Vout nya. Catat hasil datanya pada lembar data.

IV.     Hasil dan Analisis

Percobaan:
Tanpa Kapasitor
Description: C:\Users\SONY\Downloads\1445758465413.jpg       Description: C:\Users\SONY\Downloads\20151020_105913_4.jpg    
Vin
Vout
Ampl. [vpp]
Frek. [hz]
Ampl. [vp]
Frek. [hz]
Ripple [volt]
16
47
6
50
6x10-6

Dengan Kapasitor
 Description: C:\Users\SONY\Documents\Bluetooth Folder\Screenshot_2015-10-25-20-42-32.png

Degan C 1 µF
Dengan C 10µF
Ampl. [vp]
Ripple [volt]
Ampl. [vp]
Ripple [volt]
0,64
0,32
0,6
6x10-3

Analisis Percobaan :
Dari praktikum yang telah kita lakukan,  pada saat transpormator memberikan output sisi positif dari gelombang ac maka diode dalam keadaan forward bias sehinga sisi positif dari gelomban ac tersebut dilewatkandan pada saat transpormator memberikan sinyal sisi negative gelomban ac maka diode dalam posisi reverse bias, sehingga sinyal sisi negative tegangan ac tersebut ditahan atau tidak dilewatkan. Kemudian meneruskannya ke resistor.
Sebelum rangkaian diparalelkan dengan kapasitor, dapat terlihat bahwa bentuk sinyal terlihat kasar, dalam arti masih terdapat gangguan pada proses penyearahan gelombang.
Pada rangkaian kedua saat kapasitor (filtter) dipasangkan pada rangkaian, kapasitor akan menyaring atau menghaluskan keluaran yang masih kasar tersebut sehingga keluaran yang terbentuk adalah keluaran yang berbentuk riplle yang halus.
Filter digunakan untuk memperkecil tegangan ripple sehingga diperoleh tegangan keluaran yang rata dan stabil. Hal ini disebabkan kapasitor membuang lebih cepat dan interval waktu yang lebih pendek.
Dari hasil hitung tegangan ripple yang dilakukan, menunjukkan bahwa nilai tegangan ripple berbanding terbalik dengan besar nilai kapasitor, semakin besar nilai kapasitor yang digunakan, maka nilai tegangan rippple yang terukur semakin  kecil.
Faktor ripple menunjukkan efektif tidaknya sebuah filter, didefinisikan sebagai perbandingan tegangan ripple efektif (rms) terhadap tegangan DC. Semakin kecil faktor ripple, semakin baik filter. Faktor ripple dapat diperkecil dengan menambah nilai kapasitor.

V.     Kesimpulan

·         Merubah tegangan AC menjadi tegangan DC dapat dilakukan dengan menggunakan dioda, untuk menghasilkan tegangan DC yang baik dan stabil dapat dilakukan dengan cara menambahkan capasitor yang berfungsi sebagai filter.
Bentuk dari sinyal setengah gelombang sebagi berikut;

Description: C:\Users\SONY\Downloads\20151020_105913_4.jpg

Daftar Pustaka
Ari, adimas. 2002. Bengkel Elektronika. Aneka Solo: Solo.
Bishop, owe. 2004. Dasar-dasar listrik. Erlangga. Jakarta.
Sears, zemansky. 1992. Fisika Untuk Universitas 2 Listrik Magnet. Bina Cipta: Bandung.
http://elka.brawijaya.ac.id/praktikum/rangkaian/paralel.php, diakses (25 Oktober 2015)

 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar